About

Kamis, 05 Juli 2012

Pengenalan Ilmu Tajwid

Pengenalan Ilmu Tajwid

 

Allah Ta’ala berfirman :
“Maka bacalah Al-Qur’an dengan tartil (yang sebaik-baiknya).” (QS. Al-Muzammil : 4)
Rasulullah bersabda :
“Bacalah olehmu Al-Qur’an, maka sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat memberi syafaat/pertolongan ahli-ahli Al-Qur’an (yang membaca dan mengamalkannya).” (HR. Muslim)
Rasulullah bersabda :
“Orang yang paling baik di antara kamu ialah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain.” (HR. Bukhori)
 
Pengertian Ilmu Tajwid
 
A. Pengertian Tajwid

Tajwid menurut bahasa adalah tahsin : memperbaiki atau mendatangkan bacaan dengan baik. Sedangkan menurut istilah adalah Ilmu yang mempelajari cara mengucapkan huruf-huruf Al Qur an tentang tebal dan tipisnya, panjang dan pendeknya, sifat-sifatnya, dan hukum membaca huruf Hijaiyah bila bertemu dengan huruf yang lain. Sehingga menjadi suatu bacaan yang baik.

B. Kegunaan Ilmu Tajwid
Kegunaan dari mempelajari Ilmu Tajwid adalah :
1. Agar tidak ada kesalahan dalam membaca ayat-ayat Allah (Al Qur an)
2. Agar aya-ayat yang kita baca sesuai dengan ketentuan-ketentuan bahasa Arab, baik cara pengucapan huruf, sifat-sifat huruf dan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan oleh Ulama Ahli Qurro.
 
C. Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid
Hukum mempelajari ilmu Tajwid adalah Fardu kifayah, sedangkan mengamalkannya adalah Fardlu Ain bagi setiap orang yang membaca Al Qur an.
Dalam hal ini Imam Ibnu Jazari mengatakan :
وَالأَخْذُ بِالتَّجْوِيْدِ حَتْمٌ لازِمٌ – مَنْ لَمْ يُجَوِّدِ القُرْآنَ آ ِثمٌ
“Menggunakan atau mengamalkan Ilmu tajwid adalah merupakan suatu keharusan, maka barang siapa yang tidak memperbaiaki bacaan Al Qur a nya dia termasuk berdosa.
 
D. Methode Membaca Al Qur an
Perlu diingat bagi para Qori’, bahwa didalam membaca Ayat-ayat Al Qur an itu sendiri ada tata caranya (ukuran lambat dan cepat dalam membaca ayat Al Qur an) yang disahkan oleh Rasulullah SAW., begitu juga yang diberlakukan dikalangan para Ahlul Qurro’ wal Ada’ ada empat yaitu :
1.Tahqiq ( تحقيق ) : Membaca Al Qur an dengan menempatkan hak-hak huruf yang sesungguhnya. Yaitu menempatkan makhrorijul huruf, sifat-sifat huruf, mad-qoshr dan hukum-hukum bacaan yang telah ditetapkan oleh Ulama Ahlul Qurro’. Methode ini baik sekali untuk kalangan Mubtadiin (pemula).
2.Tartil (ترتيل ) : Membaca Al Qur an dengan pelan-pelan dan tanpa tergesa-gesa dengan memperhatikan makhrorijul huruf, sifat-sifat huruf, mad-qoshr dan hukum-hukum bacaan, sehingga suara bacaan menjadi jelas. Seperti bacaan Mahmud Al Qushairi. Bacaan Tartil belum tentu tahqiq akan tetapi tahqiq sudah pasti tartil.
3.Tadwir ( تد وير) : Membaca Al Qur an antara bacaan yang cepat dengan bacaan yang pelan (sedang).
4.Hadr ( حد ر ) : Membaca Al Qur an dengan sangat cepat , sehingga seakan-akan tidak jelas dalam suaranya.
Demikianlah beberapa methode membaca Al Qur an yang ada, dari masing masing methode harus menggunakan kaidah-kaidah Tajwid yang berlaku ( ketika seorang Qori’ membaca lambat atau cepat ), sehingga kesempurnaan bacaan masih tetap dan utuh. Sedangkan cara membaca yang terbaik adalah dengan methode yang pertama yaitu Tahqiq.

Hukum Nun Mati dan Tanwin
A. Pengertian
Yang dimaksud dengan tanwin adalah :
ٌنوْ نٌ سَا كِنَةٌ تَلْحَقُ آخِرُ الإِ سْمِ لَفْظًا لاَ خَطًّا
“ Tanwin adalah nun mati yang ada pada akhir kalimat isim didalam melafadhkannya atau menyuarakannya tapi bukan didalam tulisannya.”
B. Pembagian Hukum Nun Mati dan Tanwin
Dalam hukum nun mati dan tanwin نْ – ً ٍ ٌ jika bertemu dengan huruf hijaiyah yang berjumlah dua puluh delapan terkecuali alif yakni :
ء ب ت ث ج ح خ د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ع غ ف ق ك ل م ن و هـ ي
Akan menimbulkan empat hukum bacaan yaitu Idhar Halqi, Idghom, Iqlab dan Ikhfa Haqiqi.
Alif itu tidak menerima harokat (mati) sedangkan hamzah menerima harokat.
Hukum nun sukun (نْ) dan tanwin (ً ) terbagi 4, yaitu :
1. Idgham
2. Izhar
3. Iqlab
4. Ikhfa’
Berikut ini penjelasannya :
1. Idgham
Secara bahasa artinya : Memasukkan, maksudnya memasukkan sesuatu ke dalam sesuatu.
Menurut istilah tajwid, memasukkan huruf yang sukun ke dalam huruf yang berharakat, sehingga menjadi satu huruf yang bertasydid
Idgham dalam pengertian hukum Nun Mati atau tanwin apabila Nun Mati atau tanwin menghadapi salah satu huruf yang enam, yaitu Yaa’ (ي), nun (ن), mim (م) dan wau (و) lam (ل) dan raa’ (ر) maka disebut idgham
Idgham dalam hukun mati atau tanwin terbagi 2, yaitu :
• Idgham Bi Ghunnah
• Idgham Bila Ghunnah
- Bi Ghunnah
Secara bahasa Idgham artinya memasukkan Bigunnah artinya : dengan dengung
Maksudnya : dimasukkan ke huruf yang lain dengan mendengung
Huruf-hurufnya adalah : Yaa’ (ي), nun (ن), mim (م) dan wau (و) lam (ل) dan raa’ (ر)
Idgham Bighunnah dalam pengertian hukum Nun Mati atau tanwin apabila Nun Mati atau tanwin menghadapi salah satu huruf Yaa’ (ي), nun (ن), mim (م) dan wau (و) maka disebut idgham Bighunnah
Cara membacanya : dengan memasukkan suara Nun Mati atau tanwin kepada huruf Yaa’ (ي), nun (ن), mim (م) dan wau (و) yang ada dihadapannya sehingga menjadi satu ucapan, seakan-akan satu huruf. Pada waktu mengidghomkan, suara harus ditasydidkan kepada huruf Yaa’ (ي), nun (ن), mim (م) dan wau (و) yang ada di depan Nun Mati atau Tanwin, kemudian ditahan kira-kira 2 ketukan dengan memakai Ghunnah (sengau) ketika membacanya.
Contoh :
• مَنْ يَقُوْلُ : mayy yaquuwlu, disini nun sukun (نْ) bertemu dengan huruf yaa’ (ي)
• مِهَادًا وَالْجِبَالَ : mihaadaww waljibaala, disini fathah tanwin (دً) bertemu dengan huruf wau (و)
- Bila Ghunnah
Secara bahasa Idgham artinya memasukkan Bilagunnah artinya : tidak memakai Ghunnah(dengung/sengau ),Artinya : dimasukkan ke huruf yang lain tanpa didengungkan.
Huruf-hurufnya adalah : lam (ل) dan raa’ (ر)
Idgham Bilagunnah dalam pengertian hukum Nun Mati atau tanwin apabila Nun Mati atau tanwin menghadapi salah satu huruf lam (ل) dan raa’ (ر) maka disebut idgham bilaghunnah
Cara membacanya : dengan memasukkan suara Nun Mati atau tanwin sepenuhnya kepada huruf lam (ل) dan raa’ (ر) yang ada dihadapannya sehingga menjadi satu ucapan, seakan-akan satu huruf. Pada waktu mengidghomkan, suara harus ditasydidkan kepada huruf lam (ل) dan raa’ (ر) yang ada di depan Nun Mati atau Tanwin, seraya menahan sejenak tanpa memakai Ghunnah (sengau) ketika membacanya.
Contoh :
• مِنْ رَبِّكَ : mirr rabbika, disini nun sukun (نْ) bertemu dengan huruf raa’ (ر)
• خَيْرٌ لَكُمْ : khoyrullakum, disini dhommah tanwin (رٌ) bertemu dengan huruf lam (ل)
Pengecualian :
Ketentuan idgham tidak berlaku pada pertemuan nun mati dengan huruf ya dan wawu yang terjadi dalam satu kalimat.
Contoh:
الدُّنْيَا ، بُنْيَانٌ ، قِنْوَانٌ ، صِنْوَانٌ
Kasus ini disebut Izh-har muthlaq, yang harus dibaca jelas.
2. Izhar
1. Ta’rif Idhar:
Izhar( الإظهار ).
Dari sudut bahasa: Menyatakan, menerangkan sesuatu). Dari sudut istilah Ilmu Tajwid: Mengeluarkan sebutan setiap huruf dari makhrajnya (tempat keluarnya) tanpa dengung
a. secara Lugot/Bahasa : Al Bayan (Jelas)
b. Istilah Ahli Tajwin: Melapalkan/membaca dengan jelas dengungnya dan tidak panjang bacaannya ketika bertemu nun mati atau tanwin dengan beberapa hurup idhar,
c. izhar dalam pengertian hukum Nun Mati atau tanwin apabila Nun Mati atau tanwin menghadapi salah satu huruf Hamzah( أ ), Ha’( هـ ), ‘Ain( ع ), Ha’( ح ), Ghain( غ )dan Kha’( خ ).maka disebut izhar
2. Huruf Idlhar ada 6,
- Hamzah (أ)
- Ha (ه) – Ain (ع)
- Ha (ح) – Gin (غ)
- Kho (خ)


3.Pembagian Idhar:


a. Izhar Halqi( الإظهار الحلقي ).
Dari sudut bahasa: Menyatakan, menerangkan sesuatu. Dari sudut istilah Ilmu Tajwid: Mengeluarkan sebutan setiap huruf dari makhrajnya (tempat keluarnya) tanpa dengung. Ia dinamakan Halqi kerana enam hurufnya keluar dari kerongkong. Huruf-huruf tersebut ialah: Hamzah( أ ), Ha’( هـ ), ‘Ain( ع ), Ha’( ح ), Ghain( غ )dan Kha’( خ ).

b. Izhar Mutlaq( الإظهار المطلق ).
Dari sudut bahasa: Menyatakan, menerangkan sesuatu. Dari sudut istilah Ilmu Tajwid: Mengeluarkan sebutan setiap huruf dari makhrajnya (tempat keluarnya) tanpa dengung. Ia dinamakan Mutlaq ialah kerana makhrajnya bukan dari kerongkongan atau bibir. Izhar Mutlaq dibaca apabila huruf Ya’ atau Wau terdapat selepas Nun Sukun di dalam satu kalimah. Ia terdapat pada empat tempat sahaja di dalam al-Quran iaitu: ( قنوان – صنوان – بنيان – الدنيا ).
Manakala( يس والقرآن الحكيم), (ن والقلم وما يسطرون )pula, hukum kedua-duanya adalah Izhar Mutlaq walaupun ia berada di dalam dua kalimah kerana mengikut bacaan riwayat Hafs.

4. Tingkatan Izhar
Dilihat dari segi jauh dekatnya kedudukan 6 huruf izhar, maka terjadi tingkatan hokum izhar yaitu:
1. Izh-har A’la, Izhar yang tinggi atau kuat, yaitu pada huruf Hamzah( أ ), Ha’( هـ ),
2. Izhh-har Ausath, Izh-har pertengahan yaitu pada huruf ‘Ain( ع ), Kho’( خ ).
3. Izh-har Adna, Izh-har yang rendah atau lemah, yaitu huruf Ghain( غ )dan Kho’( خ ).
3. Iqlab
Iqlab menurut bahasa adalah merubah sesuatu dari bentuknya. Sedangkan menurut istilah adalah meletakkan huruf tertentu pada posisi huruf lain dengan memperhatikan ghunnah dan penuturan huruf yang disembunyikan (huruf mim). Dinamakan iqlab karena terjadinya perubahan pengucapan nun sukun atau tanwin menjadi mim yang tersembunyi dengan disertai dengung.Huruf al iqlab adalah : ba (ب)
Iqlab dalam pengertian hukum Nun Mati atau tanwin apabila Nun Mati atau tanwin menghadapi ba (ب).maka disebut iqlab
Cara membacanya adalah : harus dirubah menjadi mim, tetapi karena asalnya adalah nun dan tanwin maka cara menyebut huruf mim tidak sepenuhnya bibir tertutup rapat, tetapi bibir sedikit terbuka (perlu praktek).
Contoh :
• مِنْ بَعْدِ : mim ba’di, disini nun sukun (نْ) bertemu dengan huruf ba (ب)
4. Ikhfa’
khfa’( الإخفاء ).
Dari sudut bahasa: As Satru (tersembunyi atau samar-samar). Maksudnya adalah cara membacanya harus samar-samar, antara nun sukun atau tanwin, dengan huruf-huruf ikhfa’.
Dari sudut istilah Ilmu Tajwid: Membaca huruf yang sifatnya antara Izhar dan Idgham tanpa sabdu serta mengekalkan sifat dengung pada huruf yang pertama. Ia dinamakan Haqiqi ialah untuk menghasilkan Ikhfa’ di dalam Nun Sukun dan Tanwin dengan lebih banyak selain dari kedua-duanya.
ikhfa dalam pengertian hukum Nun Mati atau tanwin apabila Nun Mati atau tanwin menghadapi salah satu huruf ta (ت), tsa (ث), jim (ج), dal (د), dzal (ذ), jay (ز), sin (س), sya (ش), shod (ص), dhod (ض), tho (ط), dho (ظ), fa (ف), qof (ق), kaf (ك).maka disebut ikhfa
Huruf-huruf ikhfa’ adalah sebagai berikut ta (ت), tsa (ث), jim (ج), dal (د), dzal (ذ), jay (ز), sin (س), sya (ش), shod (ص), dhod (ض), tho (ط), dho (ظ), fa (ف), qof (ق), kaf (ك).
Bila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf al ikhfa’, maka cara membacanya adalah, harus disamar-samarkan di bibir. Samar-samar antara nun sukun atau tanwin dengan huruf-huruf ikhfa’ tersebut.
Contoh :
• مِنْ تَحْتِهَا : disini nun sukun (نْ) bertemu dengan huruf ta (ت)
• مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ : disini nun sukun (نْ) bertemu dengan huruf sya (ش)
• مِنْ دَآبَّة : disini nun sukun (نْ) bertemu dengan huruf dal (د)
• وَمِنْ ذُرِّيَةِ : disini nun sukun (نْ) bertemu dengan huruf dzal (ذ)
Huruf-huruf Mufakham (dibaca tebal) seperti : shod (ص), dhod (ض), tho (ط), dho (ظ), dan qaf (ق), dibaca ikhfa’ dengan tebal seperti ketika membaca huruf tebal tersebut, sedang huruf-huruf ikhfa’ lainnya dibaca ikhfa’ tipis seperti ketika menyebut huruf-huruf tersebut.
Lama ikhfa’ adalah 2 harakat.
Cara membaca ikhfa dibagi menjadi tiga bagian yaitu :
IKHFAA` AQRAB
Apabila Nun mati (bersukun) atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf Ikhfa Aqrab yaitu Tha` ,ط Dal ,د atau Ta` ت , maka dibaca dengan memasukkan Nun mati (bersukun) atau Tanwin kepada salah satu huruf Ikhfa Aqrab yang ada dihadapannya sehingga terdengar samar dan mendekati bunyi ”N” , kemudian ditahan sebanyak kira-kira 2 ketukan
Contoh : ُمنْتَهُوْنَ , يَنْطِقُوْنَ , دَكّاًدَكًّ
IKHFAA` AUSATH
Apabila Nun mati (bersukun) atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf Ikhfaa` Ausath yaitu Syin ش , Sinس , Zai ز, Tha` , ط Dzal ذ, Jimج , Tsa` ث. Shad ص, Dzad ض, atau Fa ف. Maka dibaca dengan memadukan Nun sukun atau Tanwin dengan salah satu huruf Ikhfaa` Ausath yang ada dihadapannya sehingga terdengar samar mendekati bunyi ”NY” yang lebih dekat kepada suara sengau dari pangkal hidung, kemudian ditahan kira-kira 2 ketukan.
Contoh : إِنْ جآءَ كم , يَنْظُرُوْنَ
IKHFAA` AB`AD
Apabila Nun mati (bersukun) atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf Ikhfaa` Ab`ad yaitu Qaf ق atau Kaf ك, maka dibaca dengan cara memadukan Nun bersukun atau Tanwin dengan salah satu huruf Ihkfaa` Ab`ad yang ada dihadapannya sehingga terdengar samar yang mendekati binyi ”NG”, kemudian ditahan kira-kira 2 ketukan. Sedangkan selain dari huruf Ikfa’ Aqrob, Ab’ad dan Ausath boleh dibaca dengan dua wajah yaitu Aqrob atau Ausath
Contoh : منْ قبل, منْك
 
sumber: kangasep.info

0 komentar:

Poskan Komentar